Open Trip Fever

Tips Wisata dan Jalan Jalan
Sudah Dilihat Oleh : 1554 Pengunjung
Sumber : wisata.kompasiana.com

“Padat, Penat dan Pengap!” Mungkin itu tiga kata untuk Jakarta menurut saya saat ini. Rutinitas di kantor dan kemacetan Jakarta menjadi makanan sehari-hari. Weerkend adalah saat yang paling ditunggu untuk beristirahat atau pun berlibur mencari hiburan untuk melepas penat sebelum bergelut dengan pekerjaan dan kemacetan Jakarta disenin nanti. Berlibur keluar kota dari Jakarta menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan udara segar, menghindari hiruk pikuk kemacetan dan juga menikmati keindahan alam yang tidak bisa kita jumpai di Jakarta. Dulu untuk keluar kota berlibur kita sering terkendala oleh biaya, teman jalan, akomodasi, transportasi dan lain-lain apa lagi kita berkantong pas-pasan. Tapi itu dulu, sekarang kita bisa berlibur kemana saja tanpa harus repot menyiapkan segala sesuatu seperti mau menginap dimana, makan dimana, naik apa dan yg lebih penting biaya akan lebih murah.

Yups… Open Trip solusinya! Seperti kita tau sekarang ramai sekali Open Trip dari EO atau agen dimana-mana, oleh karna itu kita tidak perlu bingung-bingung lagi jika ingin berlibur. Ramainya Open Trip membuktikan bahwa warga Jakarta pada khususnya membutuhkan kegiatan berlibur melepas penat setelah rutinitas bekerja. Backpacker dengan system share cost banyak diterapkan dalam Open Trip jadi dalam segi biaya akan lebih murah, selain itu juga hamper semua open trip menerapkan system DP dan cicilan untuk pembayaran antara dua atau tiga kali cicilan untuk melunasi pembayaran. Hal tersebut sangat membantu para traveler karna tidak dibebankan pembayaran yang langsung dalam jumlah besar.

Banyak keuntungan yang bisa kita dapat dari Open Trip, Selain biaya, akomodasi dan transportasi, kita juga bisa mendapat teman baru dari berbagai latar belakang yang berbeda dan karakter yang berbeda pula. Open Trip juga mempromosikan tempat wisata yang secara langsung menambah pemasukan pendapatan daerah dimana objek wisata itu berada dan juga menambah pendapatan masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup mereka pada tempat wisata tersebut. Coba bayangkan bila objek wisata itu sepi, tentunya pendapatan akan berkurang juga. Tapi semoga dengan ramainya pengunjung diikuti dengan perbaikan objek wisata disegala bidang baik dari sarana prasarana dan fasilitas di objek wisata tersebut maupun akses menuju tempat objek wisata tersebut. Hendaknya para pegunjung juga menjaga dan merawat objek wisata tersebut , dari hal yang simple contohnya seperti tidak membuang sampah sembarangan.

So, tunggu apa lagi? Mari kita berwisata ke tempat dimana kita bisa mendapat kesenangan baru, teman baru dan pastinya melepas semua penat kita selama di Jakarta. :)

1387431601760776769